Pemuda, Pendidikan dan HMI dalam menjemput Indonesia Emas 2045 - Intrupsi News
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pemuda, Pendidikan dan HMI dalam menjemput Indonesia Emas 2045

Oleh Dicky Setiawan Azhari
HMI Cabang Kupang Komisariat IPPERTATEK

Pemuda merupakan sosok pembangun bangsa . ini di buktikan dengan bebagai bukti dan kata-kata mulai dari sejarah historis awal pemicu kemerdekan di lakukan oleh kaum pemuda untuk menculik the founding father bung karno dan bung hata untuk sesegera mungkin memerdekan indonesia dan juga ada frasa yang mengatakan bahwa’’ pemuda adalah harapan bangsa’’ atau dari sosok yang terkenal dari kader HMI kakanda M.H.R Shikka songge bahwa’’ bicara dengan pemuda adalah, bicara dengan peradaban’’ dari hal hal tersebut menggambarkan eksistensi pemuda adalah bagaimana peradaban dalam hal ini bangsa itu bisa jemput.

Diketahui data dari 264 juta penduduk indonesia pada 2017 dan 266.79 juta pada tahun 2018, komposisi penduduk usia produktif indonesia dengan kisaran umur 15-64 tahun 181 juta. Sebagai dari usia produktif tersebut dapat terdapat penduduk rentang usia 15-40 tahun , yang menurut publikasi stastistik indonesia pada 2018 berjumlah 105 juta jiwa atau 55% dari total warga negara. Dari jumlah tersebut yang lahir pada 1980-2000 atau yang yang pada 2008 ini berusia antara 18-38 tahun adalah jumlah populasi warga negara indonesia di sebut sebagai generasi milenial atau dalam hal ini merupakan pemuda itu itu sendiri.

Oleh karena itu pemuda bukan hanya sekedar sekedar cerita cerita masa lampau dan terbatas pada kata kata karena dari data tersebut secara jelas mengatakan 55% populasi adalah pemuda, yang dimana dari 55% itu yang nanti akan menentukan baik dan buruknya Indonesia kedepannya, sehingga sebagai pemuda yang harus di lakukan adalah bagaimana mengaktualisasi kan dari atau mengasah
potensi diri sehingga pemuda indonesia bukan hanya kuantitas tetapi juga berkualitas.

Namun, dari hal tersebut pemuda jangan terlena oleh kehebatan eksistensinya dikarena zaman yang terus berkembang yang Meniscayakan adanya sebuah peluang dan tantangan dan pada masa sekarang peluang yang sedang didepan mata kaum pemuda adalah indonesia emas 2045 yang di gagas oleh pak Jokowi baru-baru ini. Menurut databoks.katadata pada 2045,100 tahun indonesia merdeka jumlah penduduk indonesia diperkirakan mencapai 317.7 juta jiwa dan jumlah penduduk usia produktif sebanyak 208 jiwa

Dengan jumlah itu menjadi mauk akal perkiraan The world in 2050 yang dirilis pada januari 2017 didasarkan pada analisis pric water cooper (PwC) yang memprediksi bahwa indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar kempat dunia pada tahun 2050 . inilah bonus demografis yang menjadi peluang untuk bangsa indonesia. Namun hal ini bukan otomatis kita dapatkan melainkan harus ada usaha dalam menjemput hal ini ,sehingga bisa saja peluang bonus demografis ini menjadi senjata bermata bermata dua yang mendegradasi bangsa kita.

Untuk kita bisa mencapai bonus demografi ini haruslah ada kesadaran dari kaum pemuda itu sendiri. Ibarat orang yang pingsan maka yang harus kita lakukan adalah menggosok hidung yang pingsan dengan minyak kayu putih atau dengan cara lain agar orang itu sadar , oleh karena pemuda adalah orang yang pinsan maka haru sesegera mungkin kita bangun kan, yang dalam hal ini obat yang mujarab untuk pemuda adalah penddikan.karen bagaimana mau bicara terkait dengan perdebatan tanpa ada pengetahuan yang sistematis dalam pemikiran. Bung karno juga pernah mengatakan bahwa ”pendidikan adalah tiang bangsa’’ , oleh karena pemuda sebagai pondasi dan tiang adalah pendidikan maka jika lah konsep atau pahamnya tentang peradaban sudah tuntas mau peluang apa pun demi kemajuan indonesia maka pasti di jemput.

Zaman sekarang yang di sebut sebagai zaman industri 4.0 adalah hambatan yang paling besar untuk pemuda indonesia . zaman yang serba teknologi , yang bahkan beberapa kasus pada masa sekarang Covid meraja lelah banyak anak anak yang tak bisa mendapat pendidikan, di karenakan beberapa perguruan mengharuskan anak didikan nya memiliki HP Andorid demi pembelajaran online. Ini merupakan pernyataan perang langsung dari dampak negatif dari teknologi adapun dampak lain bahwa di era batasan batasan antar negara hanya terlintas pada peta, pada teknologi batasan-batasan tidak lagi dimiliki sehingga berita atau informasi dari sangat mudah masuk ke indonesia seperti budaya dan lain sebagai orang orang pun mulai tak berminat dengan hal hal seperti baca buku , atau kegiatan kegiatan di dunia realitas orang lebih tertarik bercakap cakap berdialog di dunia maya. Sehingga ini menjadi PR besar untuk kita semua dalam upaya mengatasi hal tersebut.

HMI atau himpunan mahasiswa islam yang didirikan oleh kakanda lafran pane salah seorang pahlawan indonesia yang bersama kaum pemuda waktu itu untuk menculik soekarna pada waktu itu untuk sesegera mungkin memerdekan indonesia. HMI didirikan pada 5 febuari 1947 2 tahun setelah
indonesia merdeka dengan salah satu tujuan awalnya mempertinggi derajat rakyat indonesia yang dimana HMI menisbahkan diri untuk kepentingan bangsa. Bicara mempertinggi derajat adalah bicara terkait bagaiman upaya untuk mencerdaskan bangsa. HMI yang berspesialis di perguruan tinggi atau dalam hal ini mahasiswa . Mahasiswa adalah pemuda-pemuda yang terdidik yang satu satu nya mendapat jenjang maha selain Mahakuasa (Tuhan). Mahasiswa adalah agent of change , agent yang menjadi pusat nya perubahan yang menentukan arah kemajuan bangsa.

HMI sebagai organisasi perkaderan tentulah menjadi wadah yang menggembleng anggotanya sebagai kader-kader yang berkualitas, kader kader yang sadar akan jati dirinya atau dalam bahasa ali syariati rausyan fikr (kaum tercerahkan), kader kader yang bukan hanya mengatakan ada sampah tetapi
terjun langsung untuk membersihkan sampah itu . HMI sejak didirikan dari 5 febuari 1947 sampai sekarang telah mencetak berbagi kader kader dari beragam daerah dan telah membentuk ratusan cabang lebih dan belum lagi telah menghasilkan alumni alumni di berbagai sisi industri maupun dari sisi pemerintahan.

Sistem perkaderan di HMI adalah sistem yang berbeda dari organisasi setingkat manapun.jenjang perkaderan HMI di mulai dari LK I, LK II, dan LK III,  dimana banyak testimoni dari alumni bahwa jenjang perkaderan sama seperti jenjang perkuliahan yaitu dari S1,S2,S3. Ini berarti bahwa jika kader HMI betul serius mengikuti jenjangnya maka bangsa pada hari sudah pasti maju, karena tujuan perkaderan HMI selaras dengan tujuan HMI yang itu untuk mempertinggi derajat rakyat indonesia .

Maka mengenai bonus demografi yang antara lain menjadi peluang atau hambatan. Maka kader HMI pada tentunya memiliki sistem perkaderan yang sistematis ini dan dengan anggotanya yang merupakan mahasiswa sudah tentulah menyambut indonesia emas 2045 dengan peluang. Namun walaupun HMI telah memiliki sistem pendidikan dan anggotanya yang merupakan pemuda yang
terdidik pasti lah punya hambatan yang antara lain eksternal dan internal. Secara eksternal adalah teknologi yang memiliki dampak negatif ini, oleh karenanya sistem perkaderan walaupun terjamin tetapi HMI tidak boleh hanya sekedar menyombongkan HMI harus mampu menyesuaikan sistem perkaderan dengan teknologi namun harus juga memerhatikan Independensinya dan juga asasnya, Sedangkan untuk internalnya adalah dualisme yang terjadi pada kubu PB yang menjadikan cabang dan komisariat di tingkat bawah terkendala dengan prosesi konstitusi. Dan kurangnya pembahasan bersama terkait perkaderan yang sudah tentunya tombaknya HMI. Oleh karena itu HMI yang memiliki pemuda dan sistem pendidikan haruslah dikuatkan kembali dan disesuaikan dengan perkembangan zaman . Maka sudah tentulah pasti bonus demografi itu akan sampai di genggaman bangsa kita.


Post a Comment for "Pemuda, Pendidikan dan HMI dalam menjemput Indonesia Emas 2045"