Sejauh Pandemic Berlayar - Intrupsi News
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sejauh Pandemic Berlayar



Penulis: Ruslan Sya'ban

Awal mula munculnya pandemic pada akhir tahun 2019, melalui pasar dan laboratorium yang ada di Wuhan salah satu kota kecil yang berada di negara China. Sedangkan pada tanggal 02 maret 2020 pemerintah Indonesia mengumumkan dua kasus pasien positif Covid19 (KOMPAS.com), ini merupakan awal mula kasus Pendemi di Indonesia. Dengan munculnya pandemic di dunia ini, berbagai Negara mengambil kebijakan dalam hal social distancing melalui karantina wilayah, lock down dan kebijakan-kebijakan lainnya yang berkaitan dengan pengendalian penyebaran virus.

Negara Indonesia mengadopsi kebijakan tersebut dengan mengeluarkan aturan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB). Sebagai episentrum wabah corona di Indonesia, pada tanggal 10 April 2020 pemerintahan Provinsi DKI Jakarta menerapkan aturan PSBB (Detik.com). Hal ini merupakan provinsi pertama yang menerapkan kebijakan tersebut. Dengan semakin banyak kasus (corona ) sampai saat ini sudah banyak provinsi yang menerapkan kebijakan PSBB. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) merupakan sala satu kebijakan dari pemerintah dalam mengurangi atau memperlambat laju penyebaran virus.

Semua hal demikian di atas merupakan flash back kita sejauh mana pandemic ini berlayar dan bagaimana langka perintah kita mengambil kebijakan sebagai kebijakan perdana dalam menangani pandemic. Dengan berjalannya waktu proses kehidupan social kita juga mengikuti taraf perubahan yang siginifikan mulai dari mengenal kebijakan-kebijakan baru dan sampai mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, semua itu dilakukan dengan tujuan tetap menjaga dan mempertahankan sirkulasi tubuh atau imun kita agar tidak menambah kasus-kasus baru dalam hal ini kita juga bisa mengambil peran lebih untuk memperlambat peredaran pandemic ini.
Saat ini bukan saja perubahan sosial yang kita rasakan namun kita juga mendapatkan berbagai istilah yang semakin bermunculan mulai dari social distancing, physical distancing, work from home,at home dan lain-lain. Selanjutnya merupakan munculah The New Normal menjadi istilah populer yang baru saat ini. New Normal atau tatanan hidup baru dimasa pandemic corona (COVID-19) ini merupakan kebijakan baru yang dimunculkan oleh perintah guna melanjutkan aktivitas sehari-hari seperti biasa, namun tetap disesuaikan dengan aturan dari WHO atau pihak kesehatan. Hal ini merupakan kabar gembira bagi kita sebagai masyarakat yang merindukan aktivitas seperti biasa, namun bukan kita jadikan hal ini sebagai euforia. Karena namanya juga sebuah kebijakan kadang bisa berdampak berhasil kadang juga tidak.

Secara umum tujuan ekonomi  menjadi alasan utama diterapkan kebijakan ini. Dimana keadaan ekonomi kita yang semakin hari semkin menurun sampai pada -2,3 (KOMPASTV) (Stmber.Kementrian Keuangan). Sehingga membuat pemerintah dilematis dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan tersebut. Akan tetapi kebijakan ini perlu dipikir matang-matang oleh pemerintah dengan kajian khusus. Secara umum kasus virus Covid 19 di Indonesia semakin hari semakin meningkat walaupun ada beberapa pasien yang sembuh, dibawa ini merupakan data Jumlah Kasus Virus Corona di Indonesia:

Dari data diatas kita hubungkan dengan konsep ini harus ditimbang baik-baik oleh pemerintah dengan ekstra hati-hati, walaupun banyak negara lain yang sudah mengadopsikan konsep ini. Beberapa Negara mengambil konsep tersebut setelah penyebaran pandemic ini sudah bisa dileraikan dan dengan kurva korbannya melandai sedangkan pada Indonesia sendiri pandemic ini belum bisa dileraikan dan kurva korbannya cenderung naik dan belum melandai. Kita ambil contoh saja pada Mei 2020 Negara Korea  Selatan menerapkan konsep ini, mulai membuka sekolah dan lembaga lainnya untuk beraktivitas akan tetapi pada selang satu hari langsung ditutup kembali dengan menambahnya kasus secara tiba-tiba efek dari kebijakan tersebut. Sehingga jangan sampai dengan kebijakan konsep yang diterapkan Indonesia ini memunculkan ledakan korban gelombang kedua dengan jumlah yang lebih banyak lagi.

Semua ini menjadi pertimbangan dan kerja sama kita bersama bukan saja pemerintah, kalaupun konsep New Normal dijalankan maka sebagai masyarakat tetap patuh pada berbagai protokol baik dari pihak pemerintah atau kesehatan dan selanjutnya untuk pemerintah sendiri diamanatkan menjadi harapan masyarakat yaitu konsistensi dari setiap aturan atau kebijakan yang diberlakukan baik dari pusat maupun sampai ke daerah.

Tetaplah optimis insyallah dengan Doa kita bersama semoga Bumi ini Cepat Pulih Aamiin.


Post a Comment for "Sejauh Pandemic Berlayar"