POSISI HARI INI DAN KEBERPIHAKAN MASA DEPAN - Intrupsi News
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

POSISI HARI INI DAN KEBERPIHAKAN MASA DEPAN



Penulis: Ruslan Sya'ban

Dinamika kehidupan banyak memicu pemikiran-pemikiran yang timbul akibat kebiasaan pada kasus atau peristiwa yang terjadi. Persoalan ini semakin komplek dan lumrah pada kalangan pemuda, apalagi berbicara sebagai aktivis yang kental dengan idealismenya. Namun banyak persoalan yang timbul tidak dipahami latar belakangnya, sehingga apapun kebijakan yang diambil masi bersifat menduga-duga. Berbicara sebagai kaum muda tidak lagi pada wilayah pemikir namun lebih pada aksinya. Dimana pada wilayah ini kaum mudah sudah bisa mempersiapkan dirinya bukan dari segi waktu saat ini namun lebih dari beberapa tahun atau abad tertentu.

Seperti apa yang dikatakan Samuel Huntington, “Dunia telah bergerak menuju periode benturan peradaban, dimana identitas utama masyarakat bukan lagi pada ideologi seperti yang terjadi selama perang dingin tetapi budaya. Oleh karenanya konflik tampak tidak akan muncul diantara fasisme, sosialisme dan demokrasi tetapi diantara kelompok-kelompok budaya besar dunia : Barat, islam, Konfusius, jepang hindu dan seterusnya” (Samuel Huntington). Hal ini yang perlu kita kaji lebih jauh dimana benturan budaya yang terjadi di negeri kita saat ini yang kebanyakan memicu berbagai persoalan baik dari internal maupun eksternal. Pada wilayah ini kita dituntut untuk lebih mengenal dinamika apa yang terjadi hari ini sehingga perlu kita mengenalinya, sebelum mengambil kebijakan baik sikap maupun teori. Dalam tahapan pengambilan kebijakan bagi kita kaum mudah selalu terkontaminasi pada wilayah pengakuan dibanding pada wilayah kemaslahatan, dimana hal demikian bisa mempengaruhi posisi kita pada akhirnya.

Dalam buku End of History and the Last Man adalah dari karya Francis Fukuyama tahun 1992 diaman setiap umat manusia berusaha untuk memiliki pengakuan atas martabatnya (dihargai sesuatu dengan keberaniannya) oleh orang lain. Dorongan ini begitu mendalam dan fundamental sehingga ia merupakan sala satu dari motor penggerak utama dari proses sejarah umat manusia. Dalam periode-periode lebih awal hasrat memperoleh pengakuan ini memainkan dirinya sendiri dalam arena militer sebagai para raja dan Pangeran dan saling melakukan perang berdarah demi kemenangan. Dimasa modern perjuangan memperoleh pengakuan ini telah berubah daru wilayah militernya ke wilayah ekonomi, dimana secara sosial memiliki efek yang menguntungkan dalam menciptakan ketimbang menghancurkan kekayaan.

Olehnya itu sebagai kaum mudah perlu kita mengkaji lebih jauh sebelum menempatkan diri kita pada posisi mana, karena bagi penulis apapun keberpihakan pemuda hari ini akan mempengaruhi posisi keberpihakannya pada masa depan. Salam juang

Post a Comment for "POSISI HARI INI DAN KEBERPIHAKAN MASA DEPAN"