KEMATIAN CINTA - Intrupsi News
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

KEMATIAN CINTA


Karya: Ibnu Tokan

Puisi ku telah mati di ujung liang lahat

Terkubur bersama sejuta murka alam raya
Di pekarangan kuburan bau melati nampak tajam
Hatiku telah mati bersama cintamu

Cinta itu apa? 
Apakah manis seperti meneguk cawan madu
Atau pahit seperti kopi tanpa gula
Aku lupa sebab hatiku telah mati rasa

Lalu tiba-tiba kau datang menawarkan masa depan
Embel-embel manis menganga di mulut tanpa dosa
Membelai rambut ku yang tidak terurus
Air mata ku tumpah tepat di hadapan cinta

Kau racuni hatiku dengan janji-janji manis
Bahwa bersama mu adalah masa depan tanpa dosa
Bahwa bersama mu adalah takaran kebahagiaan yang utuh
Lalu aku terjebak dalam sangkar cinta mu

... 


365 hari berlalu
12 bulan berlalu 
48 minggu pun berlalu
Aku menjadi budak atas cintamu

Bom waktu pun meledak tepat di hari ke 366 
Ikhtiar panjang atas nama cinta hancur berantakan
Meluluhlantakkan perasaan seperti bom atom yang dijatuhkan tepat di kota Hiroshima dan Nagasaki

Ini bukan perang cintaku. 
Inilah kisah pengkhianatan paling kejam sepanjang sejarah umat manusia

Kau bangun megah perasaan atas nama cinta 
Lalu diam-diam kau bunuh aku 
Kau tikam aku dengan membabi buta
Memang benar, dirimu adalah binatang berwujud manusia. 

.... 


Air mata ku mengalir tanpa henti
Ku ambil secarik kertas putih dan sebilah pulpen 
Lalu ku tuangkan balas dendam paling keji
Jemari ku tak henti hentinya menulis seiring dengan derasnya air mata

Matilah kau dalam puisi ku !!!! 

Siapa suruh menyakiti hatiku
Aku adalah pembunuh berdarah dingin yang dengan sigap membunuh mu dalam puisi ku
Sajak ku adalah pedang paling tajam yang mampu membunuh waktu

...

Malam semakin larut
Adzan subuh membangunkan ku 
Aku lupa sudah berapa halaman yang ku habiskan untuk membunuh mu
Terimalah sebagai hadiah, kekasih ku

Di penghujung sajak
Sekujur tubuh ku terasa dingin 
Ubun-ubun ku berdenyut kencang seperti arena pacuan kuda

Keesokan harinya kau datang menemui ku
Meminta maaf dan menangis seperti bayi yang meminta ibunya untuk menyusui
Sebab yang kau temui adalah sekujur tubuh kaku tanpa nyawa

Lalu di atas meja belajar 
Ada secarik kertas yang ku siapkan untukmu 
Tangan mu gemetar dan dengan nada minor kau membaca pesan ku

"Terimakasih cinta ku, aku telah mati bersama cinta mu
Kuburkan aku di pemakaman paling sunyi dan jangan pernah kau kunjungi pemakaman ku
Sebab bukan aku yang terluka tetapi dirimu, cinta ku"

Kupang, 23 Februari 2021



Post a Comment for "KEMATIAN CINTA"