TUBUH LEWOTANAH DIJANIN INA - Intrupsi News
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

TUBUH LEWOTANAH DIJANIN INA









Karya :Inayah Ewa Kudrati

Tirai rambut mu mengurai pada rembulan
Mengibas alam,  mengecam ubun cakrawala
Ulas pipi mu merona, menyatu pada jingga magrib
Ina, akan membuah tubuh lewotanah di janin mu, maka cangkangnya jangan kau pecahi sebab zaman

Beradu dengan angin, sepoi dengan butir debu
Perempuan kokohkan betis-betis pada tiap juang
Di perempuan timbul benih sebagai siklus induk
Di perempuan, angin menjelma menjadi harap
Di perempuan, butir debu bersiklus serupa kasih
Di perempuan, tiap tangan berupa cinta

Jerit... meneriak... mengepal...
Menyayat benang benang ranjang, terhambur
Nafasnya tersendat di dinding Rahim yang sedang memerah
Mata airnya menumpah pada hulu ketuban yang sedang bernana
Dari dasar pesisir, Ama berlari menggendong jaring ikan dikedua bahunya

Bertanya seorang ama, Kaukah istri ku, Ina
Dengan rahim terbuka sembari istighfar di paruh saban hari
Telah aku saksikan camar pamit di sarang rumahnya
Telah aku saksikan bibir paus terjebak di runcing bambu pelaut Lamalera
Dan kau kah istri ku
Ina ku saksikan pula darah ceceri kewatak tenun kewae Adonara
Pada jeruji tunas rebun, kau rebah dengan kornea bidadari, pelipis mu semacam Humairoh

Tubuh Lewotanah dijanin suci mu yang kemudian akan kau suguhkan kembali wujud Ina
Seribu kartini Nusantara gugur di pusar Inawae Nusatadon
Sebab kebal tulang tulang mu dari tubuh lewotanah dijanin Ina

Kini, pusaran peradaban lamaholot mulai usang
Aksara yang di susun rapi pada tiap bait mulai rapuh di telan waktu,
Ina kini kehilangan pangkuannya
Lantara angin musim barat yang meluluhlantahkan arah juang.

Masihkah menjadi ina dalam tradisi lamaholot
Masih adakah kwae sedo boleng masa kini
Masihkah?

Sesaat setalah ama bertanya dalam kesunyian.
Ada angin musim timur berhembus rapi di lereng ile boleng
Membawa kabar sunyi dari kwae sedo boleng
Bahwa hikayat cinta lamaholot masih terpatri dalam sanubari perempuan lamaholot.

Hanya saja , ia tertidur lelap
Bukan lagi beralaskan kewatak,
Tapi beralaskan kebaya sutra yang tak tau dari mana asalanya.

Ina ,
Kembali ke pangkuanmu menjadi kewatak paling hangat yang pernah kami miliki.
Sebab nusa tadon adonara menjadi tempat paling nyaman untuk PULANG.

Post a Comment for "TUBUH LEWOTANAH DIJANIN INA"