Strategi perkaderan HMI Cabang Kupang dalam menjawab tantangan zaman - Intrupsi News
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Strategi perkaderan HMI Cabang Kupang dalam menjawab tantangan zaman


Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI) yang didirikan oleh ayahanda Lafran Pane pada tanggal 5 Februari 1947  baru saja merayakan milad yang ke-74 Tahun. Tentu diusia yang matang dalam sebuah organisasi dan diumur yang tak muda lagi , HMI sudah banyak melewati berbagai macam dinamika kehidupan, baik dinamika organisasi maupun kebangsaan secara keseluruhan.
 

HMI yang sudah memproklamirkan fungsinya sebagai organisasi kader sebagai mana yang tertera dalam pasal 8 Anggaran Dasar harus mampu menjadikan perkaderan sebagi jantung kehidupan organsasinya. Dilihat dari fakta sejarah sistem perkaderan baru dirumuskan pada saat kepengurusan PB HMI yang pada saat itu dibawah kepemimpinan kakanda Ismail Hasan Matareun (1957 – 1960). Itu berarti perkaderan formal HMI baru terpikirkan setelah beberapa tahun  HMI didirikan.  Untuk itu penyempurnaan sistem perkaderan perlu disusun secara sistematis  seiring dengan perkembangan  jaman dan minat anggota, sehingga perkaderan HMI mampu menjawab kebutuhan kader. 

Menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks tentu HMI sebgai organisasi mahasiswa dan organisasi perjuangan tentu  harus survive dalam menanggapi setiap dinamika yang terjadi. Untuk itu diperlukan berbagai macam kreatifitas dari kader dan terutama yang  menduduki jabatan fungsionaris organisasi harus mampu merumuskan arah gerak dan strategi baru dalam menghadapi perubahan zaman yang semakin cepat. Sikap organisasi perlu adanya sedikit perubahan dari berjuang melawan beralih ke berjuang proaktif artinya bebas dan aktif, sebagai mana kita melihat kader yang berproses pada saat ini adalah kader yang lahir pada saat demokrasi artinya bahwa sikap kader saat ini bersifat bebas dan merdeka. Untuk itu perlu adanya strategi-strategi baru yang perlu ditawarkan untuk bagaimana dapat dikembangkan kedalam aktivitas berorganisasi kedepanya.

Selain itu HMI juga harus mampu menempatkan diri sebagai  organisasi profit dan bukan hanya sebagai organisasi kader. Hal ini dilihat dari organisasi  HMI bersifat Independen sebagaimana yang termaktub dalam pasal 6 Anggaran Dasar HMI. Untuk itu, perlu dirumuskan bersama agar keindependensian organisasi terus terjaga sehingga HMI tidak bergantung pada donator dan alumni semata.

Dari berbagai macam persoalan yang terjadi penulis mencoba membedah kedalam beberapa alternatif, dan dapat dikembangkan kedalam sistem perkaderan yang ada di HMI Cabang Kupang terkususnya. 

  •    Merekonstruksi arah gerak komisariat

            Untuk diketahui bersama pada saat ini perlu adanya kesadaran bagi kader agar dapat   menyusun kembali arah gerak komisariat. Hal ini dilihat dari realitas yang ada, bahwa sejak tahun 1964 sejak HMI Cabang Kupang berdiri sampai sekarang kita masih berada di titik yang sama, artinya bahwa perjalanan organisasi kita khusunya HMI Cabang Kupang masih terlihat stagnan. Hal ini ditinjau dari komisariat – komisariat yang ada dan masih sama dari beberapa puluh tahun yang lalu, untuk itu perlu adanya pemekaran komisariat sehingga dapat mengakomodir kader-kader yang ada dan dapat memberikan kesempatan yang sama bagi kader untuk berproses didalamnya. 

 

  •    Reproduksi Instruktur.

            Melihat realitas yang terjadi khususnya di HMI Cabang Kupang saat ini  sangat minim instruktur. Hal ini tidak menafikkan bagi kita untuk bagaimana dapat mengorbitkan kader kader muda untuk dapat mengsi ranah- ranah tersebut sehingga mampu menghadirkan pemikiran- pemikiran baru yang mampu menjawab kebutuhan kader . Maka dari itu perlu adanya ruang ruang khusus untuk bagaimana kita dapat menciptakan instruktur – instrukutur yang siap dalam menangani berbagai macam kebutuhan kader.

 

  •    Pola Pengkaderan.

Pola pengkaderan sangatlah fital dalam sebuah organisasi.  Tentu hal ini menjadi fokus utama untuk bagaimana kita merumuskan pola pengkaderan yang sesuai dengan tuntutan zaman. Dalam pengkaderan formal perlu adanya keserasian antara perencanaan dan apliaksi dalam pengkaderan itu sendiri. Adapun materi – materi yang menjadi pada latihan dasar lebih menitik beratkan pada aspek keislaman. Materi materi keislaman  perlu mendapatkan porsi yang lebih banyak dari materi – materi lainnya. Hal ini dilandasi pada pasal 5 anggaran dasar HMI item 1 yang berbunyi “ membentuk pribadi muslim yang berahlakul qarimah”. Artinya bahwa dalam setiap aktifitas kegiatan HMI harus mampu mempertimbangkan aspek – aspek tersebut. Sehingga kader yang tercipta bukanlah kader islam abangan, hal ini bersinambung dengan pernyataan Cliffor gerts yang mengatakan bahwa “islam abangan yaitu kelompok umat islam yang mengaku dirinya muslim tetapi kurang taat dalam menjalankan ritual keislaman (ibadah mahdo). 

Pasca kegiatan training formal HMI, perlu adanya follow up materi secara berkesenimbungan, sehingga nilai – nilai yang ditanamkan dapat terinternalisasikan kedalam diri setiap kader. gerakan – gerakan seperti diskusi tematik perlu dihidupkan kembali, hal ini dilihat dari citra HMI sebagai organasasi kader berbasiskan kajian penulis yang semakin memudar. Selain itu, kajian-kajian yang berbasis IPTEK perlu dikembangkan secara massif baik ditingkat komisariat maupun ditingkatan cabang. Berhubung dengan kondisi zaman yang semakin berubah mengharuskan HMI mampu menyesuaikan aktivitas organisasi dan perkembangan zaman.

Sejak awal di dalam setiap roda organisasi HMI selalu memperhatikan tugas dan tanggungjawab serta semangat integralistik antara ke islaman dan ke indonesiaan. Bila kita melihat di provinsi NTT ada 3 cabang yakni cabang Kupang, cabang alor dan cabang ende. Cabang Kupang merupakan cabang induk yang berada di provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki banyak kader melebihi cabang alor dan cabang ende, Jumlah kader yang cukup banyak ini tentu memiliki tantangan tersendiri bagi pemimpin dan pengurus HMI di cabang kupang sehingga harus mempunyai strategi dan taktik dalam memimpin HMI cabang Kupang. 

Dengan kondisi seperti ini harus dilihat bahwa perkaderan sebagai salah satu kegiatan primer HMI yang meliputi segenap usaha kearah pengawalan dan pembinaan kader-kader HMI agar memiliki karakter yang profesional dan berintegritas sehingga bisah bertanggung jawab dan mampu memberikan kontribusi lebih kepada Umat dan Bangsa. 

Baca Juga : Jokowi Ijinkan Investasi Miras disambut gembira Wagub NTT, Aktivis HMI Cabang Kupang minta batalkan

Baca Juga : 74 TAHUN HMI MENGABDI "Mengokohkan Komitmen Keislaman dan Kebangsaan"

Sejak tahun 1950 lalu, HMI secara serius membenahi sistem perkaderan untuk kelanjutan estafet kepemimpinan di HMI. Apalagi saat itu kader HMI semakin bertambah sehingga perlu ada pembinaan khusus. 

Perkaderan ini mulai di pikirkan serius oleh PB HMI ketika masa kepemimpinan Kakanda Ismail Hasan Metareum ( periode 1957-1960 ). Ismail Hasan Metareum merupakan penggagas ide perkaderan formal di HMI menginginkan agar HMI tidak menjadi tempat berkumpulnya orang yang mempunyai kesamaan hobi ataupun kesamaan aktivitas tapi menjadi second campus bagi para anggotanya. 

Berangkat dari sini, perkaderan HMI cabang Kupang terus berjalan dengan baik, sehingga menghasilkan pemimpin-pemimipin masa depan yang berkualitas namun rencana ini tidak menghasilkan apapun tanpa adanya tindakan yang nyata. Dengan demikian perlunya adanya kajian- kajian untuk menejamkan rumusan misi organisasi, misi perkaderan yang terintegrasikan dengan semangat sistem pendidikan islam dan sistem perkaderan yang relevan dengan kebutuhan dan perkembangan kekinian. Sesuai pedoman perkaderan tahun 1983, HMI sebagai organisasi mahasiswa yang berdasarkan Islam dan secara otomatis meletakan nilai-nilai ajaran agama islam yang bersumber pada al qur’an dan As sunah pada setiap perkaderan HMI. Penajaman misi perkaderan seperti ini dikonsepkan zaman era milineal agar supaya kader dapat memanfaatkan media sosial ( Facebook, Instragram ) atau media sosial lainya seperti tulisan pendek,pamflet dll. 

HMI cabang Kupang harus menempatkan kader yang harus memahami seluk beluk perkaderan pada struktur kepengurusan baik di tingkat cabang maupun tingkat komisariat sehingga setiap pasca Latihan kader I ( Basic Training ) anggotanya selalu aktif sampai habis masa keanggotaanya di HMI. Setiap kader berada dalam struktur kepengurusan harus mempunyai kemampuan lebih dalam mengawal dan mengelola organisasi HMI sehingga setiap dinamika yang ada di HMI kader mampu menghadapi dengan baik dan benar. Hal ini bisa terealisasi dalam pengurus dilingkup HMI cabang kupang maka saya yakin dan percaya bisa dapat menciptakan suatu sinergitas pemikiran dan gerakan hingga menjadi satu kesatuan dalam HMI yang kita harapkan menjadi ciri khas dan karakteristik setiap kader di Himpunan yang kita cintai bersama ini. 

Untuk mengsinergikan itu, perlu adanya fasilitasi disetiap kegiatan fomal maupun non formal agar para kader HMI bisah mempersatukan visi dan mensinergikan pemikiran. Selain itu forum itu bisah dapat membangun kedekatan emosional antara pengurus dan anggota yang berujung pada terwujudnya 5 Kualitas Insan Cita ( 5 KIC ). 

Perlu membuat format perkaderan ideal yang cocok bagi HMI Cabang Kupang, untuk itu perlu adanya pengkajian dan study banding ke beberap organisasi lain. Pengkajian secara teoritik dan empirik melibatkan kader sehingga output dari perkaderan di HMI Cabang Kupang lebih berkualitas. 

Perkaderan merupakan alat vitalnya organisasi maka perkaderan menempati posisi yang sangat penting dalam setiap aktivitas HMI. Materi perkaderan selain dominasi pada 5 materi inti ( sejarah HMI, konstitusi HMI, Mision HMI, KMO dan NDP ) perlu adanya materi- materi yang bersifat kajian khusus dan umum yang penekannya lebih pada nilai-niali ke-Islaman. Semua dilakukan itu supaya dapat meningkatkan kualitas Intelektual kader HMI Cabang Kupang. Semoga artikel pendek ini dapat menambah khazanah berpikir kita sebagai pengarah gerak setiap langkah – langkah dalam menjalankan roda organisasi sebagai pembuktian diri dari pengabdian seorang kader untuk membangun bangsa dan negara tecinta,sungguh mulianya indifidu setia kader HMI yang senantiasa mengintepretasikan ilmunya guna tujuan Akademis, pencipta, pengabdi,yang bernafaskan Islam yang di ridhohi Allah SWT.

 


Post a Comment for "Strategi perkaderan HMI Cabang Kupang dalam menjawab tantangan zaman"